Selamat Datang Kabut Asap
Sepertinya sudah menjadi tradisi tahunan kabut asap akibat hutan terbakar di negeri ini.Bencana yang selalu berulang hanya karena kebodohan beberapa oknum umat manusia dengan membakar bagian hutan hanya untuk membuka lahan. Dan apipun membumbung yang akhirnya tidak bisa dikuasai. Hutanpun terbakar.
Nusantarapun menangis. Ibu pertiwi merintih merenungi duka atas kenakalan anak anaknya yang tidak tahu mengenal budi atau mungkin ada korporasi yang bermain api.
Lapar dan kemiskinan masyarakat sekitar hutan perlu untuk dibina dengan kesungguhan yang mendalam. Kesejahteraan mereka harus ditingkatkan. Penanaman rasa bangga kepada jiwa mereka sebagai sahabat hutan harus dipatri. Ajarkan kepada mereka bagaimana bersahabat dengan hutan.Libatkan mereka Kalau memang kita tidak ingin mengucapkan lagi," Selamat datang kabut asap.
Pilihan ada pada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar