Selasa, 28 Januari 2014



Khasiat daun beluntas
Masyarakat Betawi menyebutnya pohon beluntas. Pohon yang juga suka ditanam sebagai pagar hidup depan halaman rumah. Cara menanamnya juga gampang, cukup hanya dengan setek batang saja.
Daunnya mempunyai khasiat yang amat besar, sebagai obat bau badan atau keringat.
Bila badan (keringat) kita bau makanlah daun beluntas tanpa dimasak, sebagai lalapan mentah teman makan nasi.Insya Allah tidak lebih dari tigapuluh menit badan yang semula bau akan hilang dan  mujarabnya lagi badan tetap tidak akan bau selama kurang lebih dua minggu.
Mau mencoba ?
            

Rabu, 15 Januari 2014


Kampung Seribu Hakim
 Aduh gusti. Salah apa dengan negeri ini ? Konon bangsa yang terkenal dengan budi bahasanya yang santun bisa berubah menjadi beringas. Bagaimana ini terjadi. Jangan heran bila ada pencuri yang tertangkap masarakat, bisa menjadi babak belur  atau nyawanya akan terbang ke akhirat. Kita tak dapat membayangkan  bagaimana seorang pencuri motor  harus meregang nyawa karena dibakar hidup hidup.Ribuan hakim masih banyak bertebaran di kampung kampung , di sudut sudut kota negeri ini.
Fitnah,salah tangkap , kapan saja dan dimana saja bisa saja terjadi. Padahal  kanjeng Rasul Muhammad SAW  telah berwasiat , (kurang lebihnya demikian) “ Diantara tiga hakim , dua orang masuk neraka  dan satu masuk sorga. Hakim yang pertama dia tidak mengerti ilmunya kemudian dia memutuskan suatu perkara maka dia akan masuk neraka. Hakim yang kedua dia mengerti ilmumunya  kemudian dia memutuskan suatu perkara tidak sesuai dengan ilmunya maka dia juga akan masuk neraka. Hakim yang ketiga dia mengerti ilmunya lalu memutuskan suatu perkara sesuai dengan ilmunya maka dia kan masuk surga “

Selasa, 14 Januari 2014


Banjir di hilir di hulu basah 
Banjir Jakarta .Derita ini bukan saja hanya dirasakan warga Jakarta, namun dampaknya akan dirasakan daerah daerah luar sekitarnya. Roda bisnis tersendat sendat.Para pedagang mengeluh merugi. Belum lagi akibat banjir yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Maka benarlah apa yang diyakini selama ini “Jangan buang sampah sembarangan”. Lihat saja dipintu pintu air, genangan tumpukan sampah menggunung. Saluran air banyak  tersumbat.
Berbuatlah kebaikan walau hanya sekedar membuat lubang resapan air.Kalau saja setiap warganegara baik mereka yang tinggal didataran tinggi maupun rendah mau membuat lubang lubang resapan air tentu kebajikan ini dapat mengurangi debit banjir.
Saluran saluran air (got) dipinggir jalan raya perlu juga di tambah lubang resapan didalamnya. Kalau belum ada cobalah dibuat. Banjir adalah masalah bersama. Semua merasakan dampaknya.
Semoga Jakarta bebas banjir.
Dunia Plastik

Dulu sekitar tahun sembilanbelas enam puluhan ,para petani masih mau membeli sampah sampah pasar yang diangkut truk truk sampah untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Karena sampah pada saat itu masih bersifat alami. Sekarang sampah sampah plastik menjadi masalah. Lingkungan tercemar. Kalau saja pencemaran  ini tidak segera diatasi kita tidak dapat membayangkan limapuluh tahun kedepan bagaimana nusantara nan elok permai ini jadinya.
Dari mulai penganan kecil, gelas dan botol botol air minuman semua dikemas dengan plastik. Dunia penuh plastik. Tidak ada yang kita jumpai dalam setiap perjalanan melainkan plastik.Oooh ....
 dunia plastik.

Selasa, 07 Januari 2014

Manfaat getah pepaya

Bila kita terkena duri kemudian duri tersebut sulit dikeluarkan atau dicabut dari tubuh kita (kesusuban.Betawi    
/kasura.Sunda) jangalah bingung. Ambilah batang daun pepaya lalu teteskan getahnya kebagian yang terkena duri tersebut.Insya Allah duri itu  perlahan akan meyembul keluar dengan sendirinya sehingga dengan mudah kita dapat mencabutnya.

Senin, 06 Januari 2014

Cinere


Cinere atau Cengere

Cinere yang sekarang menjadi kecamatan di wilayah Depok ini terus berhias. Tapi tahukah anda , orang orang tua dulu menyebut nama cinere dengan nama  Cengere. Entah kenapa nama Cengere ini berubah menjadi Cinere. Apakah karena kata Cinere lebih enak didengar dari pada kata Cengere? Wallahu alam.

Sabtu, 04 Januari 2014

Tempe


Tempe nasibmu kini

Aroma khas dan rasa tempe kini sebagian sudah memudar.Maklumlah  kedelai  yang masih impor di negeri gemah ripah lohjinawi  ini mau tak mau harus tunduk kepada hukum pasar dunia. Indonesia  adalah negara agraris negeri para buruh tani yang nasibnya belum lagi beruntung. Rasa tempepun telah menjadi masam karena bahannya sudah tercampur nasi aking. Jika harga kedelai  tetap gonjang ganjing  dan produsen  tempe tidak berupaya mempertahankan kwalitasnya maka dapat dipastikan konsumennya secara  perlahan  akan berkurang..Siapa mau menjadi pahlawan ?