Senin, 24 Februari 2014

Guru Nyeleneh

Tingkah lakunya juga aneh aneh.Maklumlah namanya juga guru nyeleneh. Yang penting pakai sorban saja  segede bakul dan  hapal beberapa judul ceramah kemudian ditambah bumbu humor untuk ber hahahehehe jadilah dagelan yang dibungkus agama. Fatwanya juga kadang kadang membuat orang bingung, mengambang dan tidak pasti. Cenderung meragukan. Tapi soal popularitas jangan ditanya. Dari anak anak kecil hingga kakek nenek yang hampir bau tanah banyak  mengenalnya.Bak selebritis dengan hidup glamour. Mobil mewah dan motor gede tentu saja menjadi onta tunggangannya. Jadwal ceramah padat, terbang dari satu tempat ketempat yang lain. Belum lagi manggung di stasiun stasiun televisi swasta. Banyak membuat orang iri. Bagaimana tidak iri sang guru nyeleneh ini hidup cukup berkelimpahan.Bisa pasang tarif loooh?!
Sang mahaguru yang sedang bersunyi diripun akhirnya terusik.Banyak laporan miring yang mampir ketelinganya.Keningnya berkerut. Gelisah akan nasib umat ini. Akan dibawa kemana nantinya?

Kita tunggu saja?!

Kamis, 20 Februari 2014

Sutan Bhatugana Tersandung KPK

Mungkin Sutan Bhatugana sudah mulai resah atau dia tetap biasa saja hanya Tuhan sajalah yang maha tahu.Bicaranya yang selalu berapi api sedikit lucu dan ngeri ngeri sedap kini harus tersandung batu dicekal KPK walau bukan sebagai tersangka. Bagi siapapun tetap harus berpegang pada azas praduga tak bersalah. Biarlah Sutan Bhatugana membuktikan dirinya bahwa dia bersih. Kita tunggu saja..

Sabtu, 15 Februari 2014

Lubang maut

PEMDA DKI Jakarta atau instansi yang terkait seharusnya sudah segera memperbaiki jalan jalan raya yang berlubang. Para pengendara sepeda motor banyak yang mengalami kecelakaan bahkan beberapa korban tewas akibat terperosok atau menghindari lubang lubang yang menganga. Tunggu apa lagi ? 



Rabu, 12 Februari 2014

GENERASI  TAWURAN



kemanusiaanpun terkoyak.Bendera setengah tiangpun seharusnya sudah dikibarkan untuk dunia pendidikan negeri ini. Hasil yang diberikan dari sekolah tidak lain sebagian besar hanya para pelajar yang doyan tawuran.Otak mereka boleh mumpuni.Tapi jiwa mereka kosong dan hampa.Menggapai tanpa pegangan.
Korban tawuranpun sudah cukup banyak berjatuhan. Orang orang tua korban  menangis meratapi kepergian anaknya yang tewas mengenaskan. Masihkah negeri ini tetap membiarkan ? Sungguh ada apa dengan negeri ini ?
Kiranya kita perlu menata ulang sistem pendidikan sekarang yang ada. Sekolah jangan  hanya disibukan mengejar angka angka nilai kelulusan UN ( Ujian Nasional ). Dan tidak aneh bila ada seorang pelajar yang nakal bisa lulus UN dengan nilai memuaskan. Padahal tujuan dasar pendidikan adalah membentuk pola pikir yang bermoral jempolan dan memanusiakan manusia menuju martabat mulia.