Minggu, 30 Maret 2014

Pulau Kemanusiaan

Sejenak kita teringat diera 1980 an , bagaimana ribuan pengungsi vietnam melintasi lautan luas demi menyelamatkan diri dari kekejaman politik. Mereka menjadi manusia perahu yang terombang ambing dilautan lepas menuju negara negara lain seraya berharap agar mau menerima mereka dengan lebih baik sebagai manusia. . Hingga akhirnya mereka terselamatkan "Di Pulau Kemanusiaan - Pulau Galang - Indonesia "
Sejarah kembali terulang , etnis minoritas muslim Rohingya  - Myanmar, yang mendapat tekanan politik dari rezim Myanmar dan pembiaran pembantaian yang terjadi yang dilakukan oleh etnis suku - suku yang lebih besar terhadap mereka, membuat mereka yang tak tahan terpaksa mengungsi ke negara -negara lain dengan berbagai jalan, terjebak dan  tinggal di kamp - kamp pengungsian yang tidak manusiawi.
Sebagai negara besar, Indonesia mesti tampil kembali demi menyelamatkan dunia dari tragedi kemanusian ini.
Semoga kemanusiaan kita tidak pernah padam.


Muslim Rohingya Penderitaan Yang Belum Berakhir

Tekanan, intimidasi dan penghilangan daftar nama suku Rohingya dari data sensus Myanmar adalah suatu upaya penghancuran oleh rezim Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya. Padahal nama nama suku yang lain tercatat dalam daftar sensus Myanmar ini.
Pembiaran pemerintah Myanmar dengan adanya pembantaian yang dilakukan oleh etnis yang lebih besar terhadap etnis minoritas muslim Rohingya adalah fakta memalukan bagi martabat kemanusiaan yang terjadi di negeri Burma ini.
Dunia mesti menekan lebih keras lagi terhadap rezim Myanmar. Jangan sampai ulah rezim Myanmar yang tidak mampu mengatasi kejahatan kemanusiaan dinegerinya sendiri dapat memancing kekerasan di negeri negeri lain.
Ataukah sebaiknya rezim Myanmar yang sekarang ini harus segera tumbang saja.


Rabu, 26 Maret 2014

Buruh Migran Dan Pedagang Asongan

Sedih nasib rakyat kecil negeri ini, Nusantara nan subur ini belum juga dapat mensejahterakan rakyatnya. Lapangan pekerjaan tidak mencukupi. Sementara perut tak boleh lapar. Rakyat yang terpinggirkan dari segi keahlian inipun akhirnya bekerja serabutan. Daripada jadi pengangguran sebahagian diantara   mereka
akhirnya  mengadu nasib ke negeri orang, dengan label  buruh migran murahan .
Kota kota negeri ini selalu mencibir mereka. Satuan Polisi Pamong Praja alias Satpol PP selalu siap menerkam dan memburu kalau siapa saja diantara mereka berani berdagang asongan.
Inilah buah simalakama rakyat kecil.
Jadi penjual asongan salah.
Jadi buruh migran resah.
Jadi siapa yang salah ?
Ada Apa Dengan Satinah.

Satinah yang oleh  pengadilan Buraidah - Arab Saudi dinyatakan terbukti bersalah vonis matipun dijatuhkan kepadanya. Tidak main main kesalahannya  adalah membunuh majikannya sendiri yang bernama Nurah binti Muhammad Al Gharib (70 tahun)  serta membawa kabur uang majikannya sebesar 37.970 Riyal atau kurang lebih 100 juta rupiah.
Tindakan pemaafan dari keluarga korban adalah suatu keutamaan yang harus kita hargai. Tanpa pemaafan dari keluarga korban tentu saja qishaslah sebagai balasannya.
Penuhilah diyat dengan saling merelakan yang sesuai dengan norma norma syariat Islam yang mulia.
Semoga ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja.

Rabu, 19 Maret 2014

Iqbal Potret Derita Anak Korban Kekerasan

Marah, sedih juga kutukan terhadap pelaku mengharu biru dalam dada melihat derita anak balita yang disiksa hingga koma dan kini masih  dirawat di RSUD Koja  Jakarta Utara. Itulah nasib Iqbal bocah tiga setengah tahun. Polisipun telah menetapkan Dadang Supriatna  sebagai tersangka. Dadang " Simanusia Iblis" ini begitu biadab semoga dia menjalani pencucian dosanya dari para tahanan dan napi lainnya di penjara.

Rabu, 12 Maret 2014

Bali  ada apa dengan jilbab ?

Apakah tiba tiba sekolah sekolah di Denpasar - Bali menjadi gerah hanya karena gara gara beberapa siswi mengenakan jilbab ? Hingga sampai repot melarang bahkan mungkin mengintimidasi mereka. Sungguh sangat disayangkan dijaman reformasi hal hal yang bukan prinsip bagi sekolah malah justru dipermasalahkan.
Alangkah baiknya jika para kepala sekolah di Denpasar ini memandang bahwa nusantara kita sangat luas. Cobalah siapkan dana buat keliling negeri pertiwi ini. Agar dapat lebih mengenal dan menghargai  keaneka ragaman budaya dan agama yang lama tumbuh di negeri Indonesia ini.


Sabtu, 08 Maret 2014

AIR KERAS YANG MERESAHKAN

Sungguh ketenangan kita terusik.Bayangkan air keras yang berbahaya dapat diperoleh dengan bebas.Mulai dari mereka yang suka tawuran sampai geng motor yang rusak menggunakan air keras ini sebagai senjata.
Alangkah arifnya negeri ini andaikata kepemilikan air keras segera diatur dengan bijaksana.

Minggu, 02 Maret 2014

Selamat Datang Kabut Asap

Sepertinya sudah menjadi tradisi tahunan kabut asap akibat hutan terbakar di negeri ini.Bencana yang selalu berulang hanya karena kebodohan beberapa oknum umat manusia dengan membakar bagian hutan hanya untuk membuka lahan. Dan apipun membumbung yang akhirnya tidak bisa dikuasai. Hutanpun terbakar.
Nusantarapun menangis. Ibu pertiwi merintih merenungi duka atas kenakalan anak anaknya yang tidak tahu mengenal budi atau mungkin ada korporasi yang bermain api.
Lapar dan kemiskinan masyarakat sekitar hutan perlu untuk dibina dengan kesungguhan yang mendalam. Kesejahteraan mereka harus ditingkatkan. Penanaman rasa bangga  kepada jiwa mereka sebagai sahabat hutan harus dipatri. Ajarkan kepada mereka bagaimana bersahabat dengan hutan.Libatkan mereka Kalau memang kita tidak ingin mengucapkan lagi," Selamat datang kabut asap.
Pilihan ada pada kita.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kampanye Terselubung

Bukan politikus namanya kalau tak bisa memanfaatkan celah celah yang ada. Pesan pesan politik selalu disisipkan dimana dan kapan saja. Yang pusing dan uring uringan tentu saja lawan politik yang menjadi pesaing. Dari caleg yang bagi bagi voucher pulsa HP secara gratis, makan gratis, kalender gratis, piknik gratis, bahkan bila perlu kencing gratis di wc umum.
Caleg yang semula pelit mendadak sontak menjadi seorang dermawan dan ramah tamah. Tahun politik merubah segalanya. Bisa jadi ada secercah berkah dan harapan kepada wong cilik yang kadang menerima bingkisan rezeki tidak terduga.
Kampanye terselubung tidaklah selalu merugikan wong cilik,  karena tanpa disadari ini dapat membangunkan kesadaran " betapa suara politik mereka dibutuhkan ".
Semoga pemilu 2014 dapat membuka matahati kita semua.
Merdeka.!!!