Rabu, 26 Maret 2014

Buruh Migran Dan Pedagang Asongan

Sedih nasib rakyat kecil negeri ini, Nusantara nan subur ini belum juga dapat mensejahterakan rakyatnya. Lapangan pekerjaan tidak mencukupi. Sementara perut tak boleh lapar. Rakyat yang terpinggirkan dari segi keahlian inipun akhirnya bekerja serabutan. Daripada jadi pengangguran sebahagian diantara   mereka
akhirnya  mengadu nasib ke negeri orang, dengan label  buruh migran murahan .
Kota kota negeri ini selalu mencibir mereka. Satuan Polisi Pamong Praja alias Satpol PP selalu siap menerkam dan memburu kalau siapa saja diantara mereka berani berdagang asongan.
Inilah buah simalakama rakyat kecil.
Jadi penjual asongan salah.
Jadi buruh migran resah.
Jadi siapa yang salah ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar